Wanawisata Kampung Ciherang di Cijambu Kecamatan
Tanjungsari, Sumedang, tetap memiliki daya pikat dan dikunjungi banyak
wisatawan hingga saat ini. Padahal, di Sumedang termasuk di wilayah kecamatan terdekat, Kecamatan Sukasari,
sekarang muncul wanawisata sejenis.
“Alhamdulilah, pengunjung tetap banyak, terutama pada Sabtu
dan Minggu. Padahal sekarang bermunculan wanawisata sejenis di Sumedang,” kata
Yayan, seorang petugas di Wanawisata Kampung Ciherang kepada , baru-baru ini.
Awalnya, jelasnya, ketika muncul wanawisata sejenis di
Sumedang, pengunjung sedikit berkurang. Itu terjadi, barangkali karena
wisatawan banyak yang mencoba pelesir ke obyek wisata baru tersebut, untuk
menikmati keindahannya dan fasilitasnya.
Namun kemudian, pengunjung mulai berdatangan lagi.
“Barangkali karena berwisata ke sini, sensasinya beda, selain lebih indah dan
fasilitasnya lebih lengkap,” kata Yayan.
Dan memang begitulah Wanawisata Kampung Ciherang.
Wana Wisata Kampung Ciherang
merupakan destinasi yang memiliki
pemandangan luar biasa, dan terus
digandrungi masyarakat Tanjungsari, Sumedang dan sekitarnya. Selain memiliki pemandangan luar biasa, lingkungannya
masih asri dan ekosistem alamnya masih terjaga dengan baik.
Di wanawisata ini, ribuan pohon pinus berjejer membentuk sebuah
barisan, seakan-akan menutupi matahari
yang akan menyinari tempat wisata tersebut. Di antara ribuan pohon itu,
mengalir sebuah sungai berair jernih yang konon tidak pernah kering sekalipun
musim kemarau – yang biasa digunakan untuk berendam dan bermain air oleh
anak-anak sekolah ketika liburan atau pulang sekolah. Sebagian , aliran air sungai ini dialirkan ke
saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian di sekitar aliran sungai.
Menurut catatan, berdirinya wanawisata ini berawal dari kecintaan masyarakat setempat
untuk menyelematkan lingkungan karena tempatnya sering digunakan penggemar off
roader illegal yang kerap diketahui merusak lingkungan hutan.
Berdasarkan kesepakatan, akhirnya dibangunlah wanawisata
yang kemudian diberi nama Kampung Ciherang serta diresmikan pertengahan
Februari 2017 oleh Elan Berlian, Kepala Divisi Regional Direktorat Perum
Perhutani Jawa Barat dan Banten. Untuk pembangunan dan pengelolaannya, pihak PT
Perhutani sengaja menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan investor
.
Ada banyak fasilitas di wanawisata ini. Sekedar menyebut
outbond, mini motocross, wahana air, persewaan kuda tunggang, rumah
pohon, area bermain anak, selfie spot, dan gazebo.
Belakangan, fasilitas lainnya pun dibangunan seperti flying fox, jembatan gantung, jaring
laba-laba atau jembatan dua tali. Ada juga wahana permainan air seperti arung
jeram atau ingin berenang di kolam air yang tersedia dan aliran sungai. Bagi yang mau menginap, bisa dengan
memanfaatkan fasilitas camping atau berkemah dan Rumah Pohon.
Sementara bagi yang menyukai tanaman atau hewan peliharaan,
di sini juga terdapat wahana Taman Bunga, Taman Burung, Taman Kelinci dan Taman
Kupu-kupu.
“Nah, karena lengkapnya fasilitas tersebutlah, Kampung
Ciherang tetap jadi tujuan warga berpiknik,” kata Yayan . Mereka, bukan hanya
warga Sumedang dan sekitarnya saja, tetapi juga warga dari kabupaten dan kota
lain seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, bahkan Jakarta segala.


0 Comments