![]() |
| Sejumlah peziarah berdoa di tempat ngahiyangnya Prabu Tajimalela |
Gunung Lingga di Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini, tetap memiliki daya tarik. Buktinya,
gunung tempat bersemayamnya Prabu
Tajimalela, salahsatu leluhur Sumedang ini, di jaman serba modern sekarang, hampir
tiap hari kedatangan tamu yang hendak ziarah atau “bersilaturahmi” dengan Prabu
Tajimalela yang makamnya bercirikan kain putih.
“Ya, sekarang, hampir tiap hari, ada yang datang berziarah,”
kata Dede, seorang juru kunci (kuncen)
makam Prabu Tajimalela yang berada di puncak gunung, sekitar 400 meter dari
pemukina penduduk.
Berkunjung ke makam keramat ini bisa ditempuh dengan dua
jalan. Pertama, melalui kawasan Batudua, tempat olahraga paralayang. Kondisi jalan ini,
karena dibangun belum terlalu lama, cukup mulus. Jarak ke puncak gunungnya pun,
hanya sekitar 5 km dari Jalan Raya Sumedang-Wado.
Kedua, melalui jalan lama, dari Pasir Hingkik. Namun kondisi
jalan ini jelek sekali. Jalannya berbatu dan sempit. Jarak tempuhnya pun lebih
panjang dari jalan pertama, sekitar 6,5 km.
Yang berziarah, menurut Dede, bukan hanya warga Sumedang dan
sekitarnya saja, tetapi banyak juga dari luar Sumedang seperti Majalengka,
Bandung, Cirebon, dan Bogor. Bahkan, tak sedikit pula yang datang dari Jakarta,
Surabaya, bahkan Sumatera.
“Hari ini saja, yang datang ke sini, ada yang dari
Majalengka dan Bandung,” tutur Dede , di suatu siang di hari Senin. Namun tamu
terbanyak, imbuhnya, biasanya pada Kamis jelang malam Jumat, khususnya lagi Jumat Kliwon.
“Ini bukti, bahwa Gunung Lingga tetap miliki daya tarik dan
daya sihir,” ujarnya lagi.
Gunung Lingga, adalah gunung tempat bersemayamnya salahsatu
leluhur Sumedang, Prabu Tajimalela yang namanya digunakan jadi nama perguruan
silat atau nama lainnya, di Jawa Barat
dan tempat lainnya. Gunung ini dipercaya
sejumlah orang memiliki daya mistis yang kuat. Bahkan konon, berdoa di
petilasan Prabu Tajimalela ini, akan membuat hajat seseorang cepat terkabul. Karena itulah, tempat ini dari dulu hingga sekarang, selalu menjadi
tujuan ziarah.
Walohualam bisawaab… 
0 Comments