Jalan Menuju Dayeuh Luhur Rusak, Peziarah Mengeluh


GANEAS _ Jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer dari Jalan Raya Ganeas – Sumedang ke kawasan objek wisata ziarah Dayeuh Luhur di puncak Gunung Rengganis, saat ini  dalam kondisi rusak berat. Rusaknya mayoritas jalan tersebut menyebabkan wisatawan yang akan berziarah terganggu.
“Saya datang ke sini sekitar lima belas tahun lalu. Hari ini saya datang lagi ke sini bersama keluarga. Ternyata, jalannya sangat rusak dan merepotkan perjalanan saya sekeluarga,” kata H. Rohmat, warga Jakarta asal Sumedang, ketika bertemu T-Zone di area parkir di Dayeuh Luhur.

Rohmat semula menduga, jalan ke obyek wisata yang banyak didatangi peziarah pada Bulan Mulud, Muharam dan malam Jumat Kliwon tersebut, bagus dan enak dilalui kendaraan, baik roda dua mapun roda empat. Dugaan itu mengemuka, ketika dia membelokkan kendaraannya dari Jalan Ganeas menuju Dayeuh Luhur.
Ternyata, dugaannya meleset. Pasalnya, begitu dia mengarungi perjalanan kurang dari satu kilometer, jalan ternyata mulai terasa tidak enak dilalui. Aspal yang menyelimuti jalan kebanyakan hilang, yang ada tinggal bebatuan kecil yang terkadang tajam. Di beberapa titik tertentu, jalan bahkan terlihat bergelombang dan berlobang.

Harus leucir
“Karena kadung ingin ziarah, ya akhirnya saya meneruskan perjalanan. Alhamdulilah sampai walau dengan susah payah,” ujarnya seraya mengakui bahwa perjalanannya sedikit terhibur oleh pemandangan indah yang bisa dilihat di sepanjang perjalanan.
Sejak beberapa tahun lalu, jalan menuju Dayeuh Luhur ini berdasarkan catatan t-zone memang rusak cukup parah. Warga setempat sebenarnya sudah melaporkan kondisi tersebut ke dinas terkait di Pemkab Sumedang. Mereka pun mendesak pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut.
“Pihak terkait sempat datang meninjau jalan, dan berjanji akan memperbaikinya. Eh, entah kenapa, sampai sekarang, upaya perbaikan itu tidak ada. Jadinya, ya seperti ini jalannya. Mestinya, kalau petinggi di Sumedang menghormati sejarah, menghormati leluhurnya, jalan di sini harus leucir, mulus, jangan garekgok seperti sekarang. Ingat lho, yang dikuburkan di Dayeuh Luhur itu kan salahsatu tokoh besar di Sumedang,” kata Adma, warga setempat. (tz-4)




0 Comments

Arsip