Buah Impor dari Australia Paling Laku!


Tasikmalaya, T-Zone. Buah-buahan yang banyak dijual di sejumlah kios atau pasar  di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kebanyakan merupakan  buah impor.  Yang paling banyak digemari, ternyata  buah impor dari Australia, negeri yang dalam beberapa hari ini sedang terlibat konflik akibat penyadapan terhadap Presiden SBY dan para menterinya.
Hal itu diketahui setelah T-Zone bersama tim liputan TVRI, melakukan penelusuran ke beberapa sudut Kota Tasikmalaya, termasuk di Jalan Pasar Lama Tasikmalaya. “Jujur saja, yang paling banyak dijual di lapak saya memang buah dari Australia. Pasalnya, penjualannya bagus,” kata Ny. Siti dan beberapa pedagang lainnya.
Menurut Ny. Siti, dibandingkan dengan buah impor dari negera lain, buah dari Australia memang sangat bagus penjualannya, bila dibandingkan dengan buah dari negeri lain, apalagi Indonesia. Beberapa jenis buah dari Australia yang selama ini penjualannya bagus, kata dia, yakni anggur merah dan buah pir.
Pedagang lain, Rohmat menjelaskan, rasa dari buah asal Australia khususnya anggur merah dan pir adalah dari segi rasanya. “Manisnya beda, khas. Barangkali karena itulah anggur merah dan pir banyak dibeli konsumen,” kata Rohmat.
Disinggung soal konflik antara Indonesia dan Australia gara-gara penyadapan, Rohmat mengaku mengetahui soal itu, dari televisi dan koran. Menjawab pertanyaan apakah dirinya keberatan jika akhirnya kran impor buah-buahan dari Austrasia ditutup gara-gara konflik tadi, dia mengaku keberatan. Hal itu, dia harapkan tidak terjadi.
“Ya, Indonesia boleh saja terjadi konflik dengan Australia. Tapi ya jangan sampai kran impor buah-buahan dari Australi ditutup Indonesia. Politik boleh panas, tetapi jangan sampai berimbas ke perekonomian dong,” ujar dia.

Akan tetapi, kata Rahmat, jika akhirnya Pemerintah  menutup kran impor, pedagang seperti dia tidak bisa berbuat apa-apa. Terpaksa harus menerimanya, dengan konsekuensi,  harus menjual buah-buahan yang bukan dari Australia. #T-Zone, mengabarkan untuk dunia.

0 Comments

Arsip