Limbah tahu yang
selama ini dianggap tidak berguna, ternyata bisa jadi energi bio gas yang
bermanfaat.
Hal itu setidaknya
dibuktikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kabupaten Sumedang, Jawa
Barat. Bahkan, bio gas yang dihasilkan dari limbah tahu ini, kini bisa
dirasakan manfaatnya oleh puluhan warga Desa Kebonjati, Sumedang Utara.
| dok tatarsumedang |
Ceritanya, sejak
beberapa waktu lalu, LIPI bersama Nanyang
Teknology University Singapura dengan didukung Pemkab Sumedang, mencoba
mengolah limbah cair tahu yang bersifat anaerob untuk jadi energy bios gas.
Percobaan dilakukan di Instalasi dan Pengelolaan Limbah Tahu Sumedang di Desa
Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara.
“Hasilnya, ternyata,
bahan organik yang sebenarnya berbahaya karena mengandung ph 4 hingga 5 ini,
berhasil diolah jadi biogas dengan teknologi yang dikembangkan LIPI,” kata Ian
Rianto, Kabid Teknologi LIPI.
Biogas yang
dihasilkannya kemudian disebarkan ke sebanyak 89 kepala keluarga di RW 5 Dusun Giriharja
Desa Kebonjati, Sumedang Utara dan dimanfaatkan mereka untuk keperluan
masak-memasak.
Ian mengakui,
teknogi mengolah limbah tahu yang dikembangkan LIPI dan Nanyang Teknologi
University ini masih perlu disempurnakan lagi. “Ke depan kami harapkan jadi
pilot project yang akan diikuti daerah lain di Sumedang yang warganya
memproduksi tahu,” ujarnya.
| dok tatarsumedang |
Wakil Bupati
Sumedang Erwan Setiawan, menyambut baik upaya LIPI untuk memanfaatkan limbah
tahu cair yang selama ini dianggap tidak berguna hingga dibuang begitu saja.
“Ini terobosan baru yang sangat bermanfaat,” kata Erwan.
Erwan bahkan
mendukung LIPI dan Nanyang Teknologi University untuk lebih mengembangkan dan
menyempurnakan lagi teknologinya. “Ini agar warga yang merasakan manfaatnya
lebih banyak lagi,” ujarnya.
Selama ini, limbah
cair tahu dari pabrik yang banyak berdiri di Kabupaten Sumedang, kebanyakan
memang dibuang ke sungai di sekitar pabrik, dan menyebabkan sungai jadi hitam
dan bau.
Teknologi
pengolahan limbah tersebut, dipastikan menjadi salahsatu solusi untuk
mengatasinya.***
0 Comments