Banyak cara untuk menyambut Ramadhan. Salahsatu cara
yang dilakukan warga Desa Citali Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa
Barat, adalah makan liwet rame-rame atau istilah warga setempat “gembrong liwet”.
Gembrong (bahasa Sunda) berarti
mengerubungi, sedangkan liwet, nasi
yang diolah khusus dan biasanya menggunakan kastrol.
| dok tatarsumedang.my.id |
Sepengetahuan penulis, dulu, di Desa Citali
sebenarnya tidak ada yang namanya gembrong liwet. Penulis tahu itu, karena
kebetulan kakek dan ayah berasal dari Citali. Tempat tinggal penulis sendiri,
tidak jauh dari Citali. Yang namanya gembrong liwet untuk menyambut Ramadhan,
baru muncul sekira lima atau tujuh tahun lalu.
Awalnya, memasak dan makan liwet rame-rame jelang
Ramadhan itu dilakukan di pesawahan atau perkebunan. Namun belakangan, karena
pesertanya makin banyak dan panitianya kerap mengundang media, baik televisi,
media online maupun media cetak, acaranya dalam dua tahun terakhir,
diselenggarakan di lapang yang luas. Hal itu seperti terlihat di Lapang Sepak
Bola Cikubang, Desa Citali, baru-baru ini.
“Kenapa acaranya diselenggarakan di lapang, memang
karena pesertanya banyak. Selain itu, karena kami sengaja mengundang wartawan
dan berniat menjadikan acara gembrong liwet sekaligus ajang wisata,” kata
Dudun, pemuda setempat yang bertindak sebagai anggota panitia.
Dudun mengaku, menyelenggarakan gembrong liwet di
lapang, memang kurang tepat. Harusnya, acaranya tetap dilakukan di pesawahan
atau perkebunan. Ngaliwet, katanya,
betapapun lebih asyik di tempat seperti itu.
Akan tetapi, karena ada tujuan dan misi tertentu
dari panitia, acaranya akhirnya diselenggarakan di lapang. “Yah, bagaimana
lagi, Kang?” ujar Dudung sambil mengangkat bahunya.
Namun terlepas dari hal itu, gelaran tradisi baru
menyambut Ramadhan di Citali kali ini, tetap menarik untuk disaksikan dan
diikuti. Ibu-ibu dan lelaki warga desa yang terbagi dalam belasan kelompok,
sejak pagi hingga tengah hari sibuk menyiapkan beras, bumbu dan lauk-pauknya.
Setelah acara dimulai, bumbu itu meraka racik rame-rame. Beras dan lauk pauknya
pun kmeudian diolah menggunakan perapian dari tungku dan kastrol.
Selain dihadiri ratusan warga, acara tersebut juga
dihadiri aparat desa, unsur muspika Pamulihan, serta pejabat di Pemkab
Sumedang. Mereka ikut memasak, kemudian makan liwet rame-rame. Saat itu, pejabat desa, kecamatan, dan kabupaten,
berbaur, menyatu, akrab satu sama lain.
Maka, tujuan dari acara gembrong liwet pun tercapai
sudah. Menurut Kepala Desa Citali Nana
Nuryana, salahsatu tujuannya adalah memupuk kebersamaan warga. Selain itu,
untuk mengungkapkan rasa syukur warga atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Hal lainnya, agar kami siap menjalankan ibadah puasa di bulan penuh berkah
nanti,” katanya kepada penulis.***
0 Comments