Nyalindung, Dulu dan Kini

Pelacuran, Mesjid. Sebelum tahun 1999, Nyalindung, sebuah tempat di Desa Padanaan Kecamatan Paseh, merupakan tempat yang terkenal sebagai tempat pelacuran. Sejumlah warung yang kemudian disebut warung remang-remang yang ada di pinggir jalan raya Sumedang-Cirebon tersebut  menyediakan pekerja seks komersil  (PSK). Beberapa di antaranya, di dalam warung remang-remang tersebut, malahan tersedia kamar sebagai tempat nyakeudeung antara PSK dan lelaki hidung belang yang kebanyakan sopir  truk.
Sepanjang sejarahnya, petugas terkait di Pemkab Sumedang beberapa kali melakukan pembersihan terhadap PSK . Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sebab PSK yang berhasil ditangkap, biasanya kembali lagi ke Nyalindung. Polisi dan petugas ketertiban juga beberapa kali membersihkan Nyalindung dari peredaran minuman keras. Itu pun selalu gagal.

Untunglah, suatu ketika, yakni  sekitar tahun 2002, kawasan Nyalindung terbakar hebat, hingga tempat prostitusi itu pun luluhlantak oleh api. Khawatir  warungnya bermunculan lagi dan PSK kembali memiliki tempat, Bupati Sumedang ketika itu, yakni H. Misbach segera membangun masjid megah yang sekarang  sohor dengan sebutan Merlin alias Mesjid Raya Nyalindung. Setelah  mesjid beridiri di bekas lokasi Bar Panyalindungan Kuring,  kesan hitam perlahan pudar. Sekarang, Nyalindung  sudah tampak bersih dari aktifitas mesum yang pernah membuatnya terkenal di seantero Indonesia.

0 Comments

Arsip